RSS Feed

Budaya + Sastra

Posted on

Sebelumnya telah dijelaskan tentang kebudayaan, apa arti kebudayaan, unsur-unsurnya, wujudnya, maupun faktor yang mempengaruhinya. Lalu apa sih hubungan antara budaya dan sastra?

Firstly, kita harus mengetahui apa arti sastra itu. Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Hmmm budaya merupakan suatu cara hidup, sedangkan kesusastraan merupakan sebuah tulisan yang memiliki keindahan, jika keduanya dikaitkan dapat disimpulkan sebagai suatu cara hidup yang berpedoman akan tulisan-tulisan yang memiliki makna dan keindahan.

Dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.

Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.

Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah:

  • Novel
  • Cerita/cerpen (tertulis/lisan)
  • Syair
  • Pantun
  • Sandiwara/drama
  • Lukisan/kaligrafi

Mari kita kaitkan lagi kategori di atas ke dalam kebudayaan.

Pasti sudah tidak asing lagi dengan kata novel. Berbagai novel dengan macam-macam genre dan alur cerita sudah mulai beredar, dari author yang sudah berpengalaman sampai anak-anak yang baru memulai menuangkan ide nya dalam sebuah tulisan-tulisan yang bermakna. Dalam tiap cerita yang terdapat pada novel-novel tersebut pasti ada suatu kebudayaan yang terjadi/disorot. Misalnya, novel terjemahan luar menceritakan tentang kehidupan mereka yang memiliki ciri khas tertentu dan kita bisa belajar banyak tentang kebudayaan tersebut lewat novel yang kita baca dan mungkin menerapkan nya dalam kebudayaan kita. Jadilah budaya campuran😀

Tidak hanya dalam novel, budaya pun dapat dikaitkan dengan syair dan pantun. Kita bisa membuat syair/pantun dengan berdasar pada kebudayaan. Jadi dengan mempelajari macam-macam budaya yang ada kita dapat membuat syair dan pantun yang sangat indah dan mengandung arti yang sangat dalam.

Sama halnya seperti novel dan syair, dalam drama dan lukisan pun ‘kebudayaan’ dapat kita masukkan. Seperti dalam pembuatan cerita, dengan macam-macam budaya yang kita ketahui, cerita di dalam drama yang akan dilakonkan menjadi tambah menarik dan mengandung pengetahuan baru bagi mereka yang tidak mengetahui tentang budaya tersebut

About サクラ

People call me Eri, so feel free to call me Eri ^^ よろしく!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: