RSS Feed

Manusia hidup untuk menderita?

Posted on

Dari manakah datangnya penderitaan? Hmm saya jadi teringat kakak saya pernah bercerita tentang seorang filsuf asal Prancis, Jean-Paul Sartre, tentang perkataannya bahwa neraka adalah orang lain. Jadi, apakah penderitaan itu datangnya dari subjek selain diri sendiri?

Manusia memiliki akal dan kesadaran. Dua hal ini yang membedakan manusia dari eksistensi-eksistensi lainnya sehingga manusia dapat bertindak sebagai subjek, menguasai dan melampaui eksistensi lain di sekeliling dirinya. Namun demikian, kehadiran manusia lain dapat melumpuhkan kekuasaan kita sebagai subjek, mencuri dunia kita dan bahkan menjadikan kita objek. Pada akhirnya, kehadiran orang lain akan membawa penderitaan dalam hidup kita. Jika demikian, lantas apakah manusia harus hidup tanpa manusia lain agar dapat lepas atau melarikan diri dari penderitaan?

Mengutip perkataan Sartre lainnya, manusia dikutuk untuk menjadi bebas. Ya, menjadi bebas adalah sebuah kutukkan. Kutukkan tentu saja merupakan sesuatu yang negatif yang akan membuat manusia menderita. Sebelumnya, mari kita sepakati bahwa bebas itu artinya manusia dapat melakukan apa saja berdasarkan kemampuannya tanpa dibatasi oleh suatu apapun. Nah, jika kita bisa melakukan apa saja yang kita mau, mengapa itu merupakan sebuah kutukkan? Memang manusia bebas menentukan pilihan apapun dalam hidupnya, bebas melakukan apapun. Namun, manusia harus bertanggung jawab atas semua pilihan dalam hidupnya, atas semua yang telah dilakukannya. Padahal, pada dasarnya manusia cenderung takut untuk bertanggung jawab. Ketakutan tersebut seringkali membuat manusia mengingkari kebebasannya. Kalau tadi keberadaan orang lain bisa membuat orang menderita, sekarang hidup bebas sebebas-bebasnya juga mengarahkan manusia ke penderitaan yang lainnya, lalu bagaimana supaya manusia terlepas dari penderitaan?

Sejak pertama kali dilahirkan ke dunia, manusia itu sudah ditakdirkan untuk menjadi bebas. Itu merupakan penderitaan manusia yang pertama kali sejak melihat dunia fana. Makanya bayi waktu lahir menangis ‘kan? Karena dia tahu dia bakalan menderita. Jadi, menurut saya, manusia tidak dapat dipisahkan dari penderitaan. Semasa hidupnya, manusia pasti akan pernah merasakan penderitaan, namun tidak untuk sepanjang hidupnya selalu menderita, ada kalanya mengalami kejadian-kejadian yang membuat manusia bahagia juga. Tapi saya meyakini bahwa penderitaan itu tidak bisa lepas dari manusia.

About サクラ

People call me Eri, so feel free to call me Eri ^^ よろしく!

One response »

  1. maaf ya teman, mau kasih masukan nih kita kan anak gundar,kita jg udah masuk ke pembelajaran mata kuliah softskill ayo dong blognya disisipin
    link Universitas Gunadarma misalnya kaya gini nih
    * http://www.gunadarma.ac.id
    * http://www.studentsite.gunadarma.ac.id
    * http://www.baak.gunadarma.ac.id
    * dll.
    ini buat kriteria penilaian mata kuliah softskill temen2😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: