RSS Feed

Monthly Archives: April 2013

Interaksi Manusia dan Teknologi

Posted on

Yeay! Lama tidak menulis, rasanya banyak yang ingin disampaikan. Kali ini saya akan membahas tentang apa yang saya dapat dari mengikuti seminar oleh dua narasumber, yaitu Prof. Anang Zaini Gani dan Dr. Adang Suhendra.

Ikut seminar untuk kesekian kalinya, dan kali ini mengenai “Interaksi Manusia dan Teknologi”. Penasaran kah? Sabar, saya akan menjabarkan secara garis besar perlahan-lahan apa saja yang saya nikmati saat seminar 🙂

Dari narasumber pertama, Prof. Anang Zaini Gani yang juga merupakan Guru Besar ITB, menjelaskan tentang interaksi manusia dengan teknologi. Beliau berkata:

Manusia = malas & pintar
Teknologi = rajin & bodoh
Manusia + Teknologi = rajin & pintar atau malas & bodoh ?

Termasuk yang mana kah Anda? Hehe 😀

Teknologi ada untuk mempermudah pekerjaan manusia. Namun, disamping keuntungan-keuntungan yang ada, teknologi pun mempunyai sisi gelap atau kerugian yang ditimbulkan bagi manusia yang menggunakannya. Salah satu kerugiannya adalah karena ketidakmampuan manusia dalam meraih keuntungan tersebut, contoh: tidak bisa memanfaatkan penuh teknologi yang ada. Misalnya, beli komputer, pasang internet, tapi hanya digunakan facebook-an, twitter-an, dan media sosial lainnya, padahal kita memanfaatkan koneksi internet tersebut untuk belajar atau mencari pengetahuan yang dapat menguntungkan kita.

Negara kita, Indonesia, saat ini termasuk ke dalam kategori negara yang belum bisa memanfaatkan penuh teknologi yang ada. Beliau berkata, “Perubahan indikator daya saing Indonesia menurun, sampai mempunyai nilai minus.” Gawat dong?

Tidak hanya itu, beliau juga menegaskan 6 senjata gelap globalisasi yang ada, yaitu demokrasi, HAM, HAKI, lingkungan, ISO (standarisasi), dan negara yang beresiko. Sepertinya semua senjata gelap itu ada di Indonesia, ya?

Satu lagi masalah yang beliau khawatirkan terhadap Indonesia, yaitu menjadi konsumen atau pengusaha.
Orang Indonesia seringnya berkata “Apakah saya bisa beli?” Padahal, seharusnya kita bisa berkata “Apakah saya bisa buat?” Dengan hal sekecil itu pun dapat menaikkan indikator daya saing Indonesia. Negara kita adalah negara yang subur, strategis, kaya akan kekayaan alam, kenapa tidak dimanfaatkan sepenuhnya? Karena kita belum bisa menggunakan teknologi yang ada sepenuhnya.

Satu hal lagi, beliau juga memberikan kunci keberhasilan dalam era baru, yaitu:

  • Versality
  • Vision
  • Patience
  • Focus
  • Creativity
  • Sensitive

Huff, topik yang berat, menurut saya, karena ujung-ujungnya pasti ke politik dan perekonomian.

Okay, kita lanjut ke narasumber kedua, Dr. Adang Suhendra dengan topik bahasan mengenai “Pemanfaatan Teknologi Virtual Reality“. Wow! Ini dia yang ditunggu-tunggu, topik favorit saya dalam seminar ini.

Bicara tentang VR, saya jadi teringat beberapa anime favorit saya, Sword Art Online, Robotics;Notesdan Psycho-Pass yang plot nya berada jauh di masa depan dengan teknologi yang canggih.

VR adalah user interface yang Read the rest of this entry

Advertisements

Guaranteed Scheduling

Posted on
  •  Guaranteed Scheduling (GS)

Penjadwalan ini memberikan janji yang realistis (memberi daya pemroses yang sama) untuk membuat dan menyesuaikan performance adalah jika ada N pemakai, sehingga setiap proses (pemakai) akan mendapatkan 1/N dari daya pemroses CPU. Untuk mewujudkannya, sistem harus selalu menyimpan informasi tentang jumlah waktu CPU untuk semua proses sejak login dan juga berapa lama pemakai sedang login. Kemudian jumlah waktu CPU, yaitu waktu mulai login dibagi dengan n, sehingga lebih mudah menghitung rasio waktu CPU. Karena jumlah waktu pemroses tiap pemakai dapat diketahui, maka dapat dihitung rasio antara waktu pemroses yang sesungguhnya harus diperoleh, yaitu 1/N waktu pemroses seluruhnya dan waktu pemroses yang telah diperuntukkan proses itu.

Rasio 0,5 berarti sebuah proses hanya punya 0,5 dari apa yang waktu CPU miliki dan rasio 2,0 berarti sebuah proses hanya punya 2,0 dari apa yang waktu CPU miliki. Algoritma akan menjalankan proses dengan rasio paling rendah hingga naikketingkat lebih tinggi diatas pesaing terdekatnya. Ide sederhana ini dapat diimplementasikan ke sistem real-time dan memiliki penjadwalan berprioritas dinamis.

  • Metoda Evaluasi Penjadwalan

evaluasi analitik

 

a. pemodelan deterministik

pekerjaan sudah ditetapkan terlebih dahulu, menerapkan berbagai penjadwalan dan dievaluasi hasilnya.

Nama proses

Saat tiba

Lama proses

A

0

12

B

0

30

C

0

2

D

0

8

E

0

10

Dari tabel tersebut dapat kita cari :

Macam penjadwalan

Rerata lama tanggap

Rerata waktu sia-sia

PTPD

42,4

30

PTD

29,2

14

PG (Q=8)

38,4

28

 

Keuntungan : ketepatan untuk menunjukkan rata-rata Read the rest of this entry