RSS Feed

Kejahatan di Dunia Maya

Posted on

Kejahatan” atau dalam bahasa Inggris disebut evil conduct, adalah perilaku jahat. Perilaku dalam bahasa Inggris adalah conduct. Perilaku tersebut dapat berupa “melakukan suatu perbuatan”, yang di dalam bahasa Inggris disebut “act” atau “commission”. Di samping “melakukan suatu perbuatan” perilaku dapat pula berupa “tidak melakukan perbuatan apa pun” atau “berdiam diri” yang di dalam bahasa Inggris disebut “omission”.

Kejahatan” tidak selalu merupakan “tindak pidana”. Kejahatan hanya merupakan tindak pidana apabila perilaku jahat (evil conduct) tersebut telah ditetapkan sebagai tindak pidana (telah dikriminalisasi) oleh suatu undang-undang pidana. Artinya, pelaku suatu kejahatan hanya dapat dijatuhi sanksi pidana apabila perilaku jahat tersebut telah dinyatakan sebagai tindak pidana oleh suatu undang-undang pidana. Sekalipun kejahatan yang belum dikriminalisasi tidak dapat dijatuhi sanksi pidana, tetapi oleh karena perilaku itu dinilai sebagai perilaku yang jahat dan atau merugikan anggota masyarakat, maka pelakunya pasti sanksi sosial dari masyarakat. Sanksi sosial tersebut dapat berupa hancurnya nama baik yang bersangkutan. Bila perilaku jahat (kejahatan) tersebut merugikan orang lain, maka hukum perdata memberikan hak kepada pihak yang dirugikan untuk menuntut ganti rugi.

Sementara itu, “tindak pidana” adalah perilaku (conduct) yang oleh undang-undang pidana yang berlaku (hukum pidana positif) telah dikriminalisasi dan oleh karena itu dapat dijatuhi sanksi pidana bagi pelakunya. Oleh karena tindak pidana adalah perilaku (commission dan omission) yang telah dinyatakan sebagai tindak pidana oleh undang-undang pidana, maka sekalipun pada umumnya tindak pidana adalah kejahatan atau perilaku jahat, tidak mustahil perilaku yang sekalipun oleh masyarakat dirasakan atau dinilai bukan merupakan suatu kejahatan atau perilaku jahat tetapi dapat pula ditetapkan sebagai tindak pidana (dikriminalisasi) oleh suatu undang-undang.

Dari pengertian kejahatan yang berbeda dengan tindak pidana, kemudian menjalankan menjelaskan pidana komputer, bahwa dalam undang-undang tentang tindak pidana komputer (undang-undang yang telah mengkriminalisasi kejahatan-kejahatan komputer sebagai computer crime atau tindak pidana komputer) di berbagai negara, dapat ditemui adanya berbagai istilah untuk tindak pidana komputer. Banyak istilah lain yang digunakan selain istilah “computer crime”, yaitu “virtual crime”, ”internet crime”, computer-related offence”, “computer-related crime”, “cybercrime” (atau “cyber crime” atau ”cyber-crime”), “high-tech crime” (atau “hi-tech crime”), “information-age-crime”, “online crime”, dan sebagainya. Selain istilah “crime”, digunakan istilah “fraud” sebagai penggantinya. Artinya ada yang menggunakan istilah “computer crime”, ada pula yang menggunakan istilah “computer fraud”. Demikian pula halnya dengan istilah “internet crime” ada pula yang menggunakan istilah “internet fraud”. Ada pula yang menggunakan istilah offence sebagai pengganti dari crime atau fraud. Istilah-istilah tersebut digunakan secara bergantian dan memiliki arti yang sama (baca pula Sara L. Marler, The Convention on Cyber-Crime: Should the United States Ratify?).

Apa yang dimaksud dengan computer crime atau computer fraud atau computer offence, atau cybercrime atau cyber crime, atau istilah-istilah lain yang telah dikemukakan di atas dan yang sama artinya itu?

Susan W. Brenner mengemukakan bahwa:

Cybercrime is one of the terms used to denote the use of computer technology to engage in unlawful activity.

Menurut Brenner, sebagian besar cybercrime tidak lain dari pada migrasi tindak pidana yang terjadi di dunia nyata ke dalam cyberspase. Dengan kata-katanya sendiri, Brenner mengemukakan “Most of the ‘cybercrime’ we have seen so far is nothing more than the migration of real-world crimes into cyberspase”. Misalnya, demikian dikemukakan lebih lanjut oleh Brenner, fraud, theft, forgery and extortion merupakan proporsi yang penting dari cybercrime; kejahatan-kejahatan tradisional seperti itu merupakan “cybercrimes” apabila dilakukan dengan cara-cara non-tradisional, yaitu menggunakan komputer. Dengan demikian, apabila misalnya Jane Doe menggunakan e-mail dalam melakukan percakapan untuk menipu Mary Smith dan bukan dengan cara berhadapan, maka perbuatan itu merupakan suatu cybercrime. Pada umumnya apabila teknologi komputer digunakan untuk melakukan suatu tindakan pidana tradisional, maka kejahatan itu merupakan suatu cybercrime.

Contoh kejahatan di dunia maya (cybercrime)

Berdasarkan data Polda Metro Jaya, kejahatan lewat internet yang dilaporkan ke Subdit Cyber Crime mencapai 601 kasus pada 2013 atau sekitar 50 kasus per bulan. ”Untuk saat ini, kami bisa menerima sekitar 70 kasus per bulan,” kata Duha.

Kasus yang beberapa waktu terakhir diungkap jajaran Polda Metro Jaya di antaranya penipuan yang dilakukan warga Nigeria dibantu warga Indonesia terhadap PT AP dan PT BE. Pelaku mencegat percakapan e-mail dua perusahaan yang tengah bertransaksi. Pelaku DS, warga Nigeria yang masih buron, memalsukan e-mail kedua perusahaan itu. Kedua perusahaan itu merasa tengah berkomunikasi dengan mitranya, padahal dengan tersangka sehingga mereka bersedia saat diminta mentransfer uang senilai miliaran rupiah.

”Warga Nigeria ini memanfaatkan warga Indonesia, biasanya perempuan, untuk diperistri guna mencari rekening buat menampung hasil penipuan,” kata Duha. Para pelaku melakukane-mailsniffing dengan memakai tool atau software untuk mengendus aliran lalu lintas data keluar dan masuk komputer yang terhubung ke jaringan.

Kasus lain adalah ditangkapnya warga Nigeria, AO alias Az, oleh jajaran Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum karena menipu perusahaan di Rusia, Ghips Biruinta, hingga senilai Rp 3,7 miliar. Pelaku mengirim e-mail seolah-olah dari Top Glove, perusahaan Malaysia yang bekerja sama dengan perusahaan Ghips, meminta pembayaran atas transaksi sejumlah barang. Pelaku bekerja sama dengan warga Indonesia yang berperan menampung uang hasil penipuan.

Selain penipuan lewat e-mail, kasus yang ditangani Polda di antaranya penipuan di media sosial, pornografi anak, hingga pencurian data. Duha mengimbau pengguna internet untuk lebih hati-hati dan waspada. ”Pastikan jika bertransaksi lewat e-mailagar mengecek atau mengonfirmasi. Jika membeli barang online, beli dari perusahaan yang sudah terkenal atau familier. Agar lebih pasti, lakukan transaksi COD (cash on delivery),” katanya.

SourceBrenner, Susan W., 2007. Cybercrime: re-thingking crime control strategies, edited by Yvonne Jewkes, Milan Publishing., Kejahatan di Dunia Maya

About サクラ

People call me Eri, so feel free to call me Eri ^^ よろしく!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: